CIDR (Classless Inter-Domain
Routing)
CIDR adalah
sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan
sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih
efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP
jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.
Masalah yang
terjadi pada sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak
sekali alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara
teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah
jumlah yang sangat besar.
Dalam
kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jumlah
host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam
ruang alamat IP yang telah disediakan.
CIDR
dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak
terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C
yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat
menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat
IP kelas B.
Penulisan IP address
umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun ada kalanya ditulis dengan
192.168.1.2/24. Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask
255.255.255.0. Yang /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask
diselubung dengan binari 1. Atau dengan
kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000
(255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain
Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
VLSM (Variable Length Subnet
Masking)
VLSM adalah
pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan dari kelemahan
subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan
subnetones tidak bias digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor
IP tidak efisien.
VLSM
memberbaiki kekurangan metode conventional subnetting. Dalam subnetting
tradisional, semua subnet mempunyai kapasitas yang sama. Ini akan menimbulkan
masalah ketika ada beberapa subnet yang jauh lebih besar daripada yang lain
atau sebaliknya. Sedangkan pada metode subnetting VLSM semua subnet tidak harus
mempunyai kapasitas yang sama, jadi bias disesuaikan dengan kebutuhan kita.
contoh:
130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah
subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1
pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka
Jumlah subnet = (2x) =
24 = 16
Maka blok tiap subnetnya
adalah :
Blok subnet ke 1 =
130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 =
130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 =
130.20.32.0/20
Dst … sampai dengan
Blok subnet ke 16 =
130.20.240.0/20
Selanjutnya kita ambil
nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
- Kita pecah menjadi 16
blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan
subnet pertama yaitu /20
= (2x) = 24 = 16
- Selanjutnya nilai
subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita
gunakan /24, maka
didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16
blok lagi sehingga
didapat 16 blok baru yaitu :
Blok subnet VLSM 1-1 =
130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 =
130.20.33.0/24
Blok subnet VLSM 1-3 =
130.20.34.0/24
Blok subnet VLSM 1-4 =
130.20.35.0/24
Dst … sampai dengan
Blok subnet VLSM 1-16 = =
130.20.47/24
- Selanjutnya kita ambil kembali
nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu
130.20.32.0 kemudian kita pecah
menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat
ke 4 pada Network ID yang kita ubah
juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
sehingga didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 =
130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 =
130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 =
130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 =
130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 =
130.20.36.160/27
Blok subnet VLSM 2-1 =
130.20.37.192/27
Blok subnet VLSM 2-1 =
130.20.38.224/27
Metode VLSM hampir serupa dengan
CIDR hanya blok subnet hasil daro CIDR dapat kita bagi lagi menjadi sejumlah
Blok subnet dan blok IP address yang lebih banyak dan lebih kecil lagi.
No comments:
Post a Comment